Selasa, 29 April 2014

[BREAKING] Plane Crash Lands In Pengkalan Chepa

A Piper Warrior II single-engine aircraft crashed landed at Taman Kurnia Jaya, Pengkalan Chepa on Monday, 27 April 2014, injuring its pilot.

Jumat, 25 April 2014

Ajaib, Seorang Bayi Lahir Dari Dalam Tanah

Seorang bayi lahir dari dalam tanah, ini benar-benar cerita nyata dan bukan cerita isapan jempol untuk menarik pembaca. Mungkin anda menyimpulkan bahwa bayi tersebut adalah bayi ajaib, bayi jadi-jadian atau bayi yang di buang oleh orang tuanya karena berasal dari hubungan gelap mereka. Ketika di temukanpun bayi ini memunculkan banyak pertanyaan, bagaimana mungkin seorang bayi muncul dari dalam tanah? Mungkinkah bumi melahirkan seorang anak manusia secara nyata? Berikut ini ceritanya. 
Kisah ini terjadi di Bangladesh. Suatu sore seorang lelaki melintas pada sebuah jalan rusak dan telah porak poranda akibat ganasnya banjir di kota Bangladesh. Lelaki itu mendengar suara tangisan bayi seolah-olah berasal dari dalam tanah. Menurut lelaki ini suara bayi tersebut adalah sebuah keanehan karena disekitar tempat tersebut sudah tidak lagi di temukan rumah, karena bangunan-bangunan di daerah tersebut sudah rata dengan tanah.
Karena penasaran, lelaki tersebut langsung mencari sumber suara bayi yang sepertinya berasal dari dalam tanah. Dan alangkah terkejutnya pria ini ketika melihat pemandangan ganjil di depan matanya, seorang bayi mungil masih merah ada di antara belahan lumpur bekas banjir dan seperti muncul dari dalam tanah.
Masyarakat setempat ketika itu diliputi berbagai macam pertanyaan, bagaimana mungkin bayi muncul dari dalam tanah. Akhirnya salah seorang warga menemukan sebuah ide yang didasari oleh perkiraannya. Dia memperkirakan bayi tersebut lahir dari perempuan korban banjir yang belum lama menimpa daerah tersebut. Ide penggalian tempat di temukannya bayi tadipun muncul, ternyata benar di tempat tersebut di temukan mayat yang di kenali oleh masyarakat setempat sebagai perempuan yang hampir melahirkan sebelum terjadinya bencana banjir di tempat tersebut. Saat mayat di temukan, pada mayat wanita malang ini masih terdapat tanda-tanda seperti orang baru melahirkan.
Sungguh menyedihkan, lahir di dunia dengan keadaan yang tidak tepat tanpa kasih sayang orang tua aslinya. Semoga anak tersebut mendapat kasih sayang dan menjadi anak yang pemberani dan menjalani kehidupan di dunia ini.

Kamis, 24 April 2014

Vehicular Geng Motor, Brimob moves to the intersection Postal Pettarani-Mahmud

The rise of Motorcycle Gang last few weeks make Brikade Corps (Brimob) move South Sulawesi Provincial Police Mobile Brigade headquarters gatehouse of close Jl Alauddin Pabaeng-Baeng market, Makassar to the intersection of Jl AP Pettarani-Alauddin, Makassar, on Thursday (04/24/2014).

Indeed, the rise of motorcycle gangs make police agencies were overwhelmed and had even asked for help from the military command Wirabuana VII, to combat crime motorcycle gang growing craze and disturbing residents of Makassar.

Monitoring timur.com stands at the crossroads of the members of the police units in black 24-hour standby. Seen dozens of Brimob busy bercengkramah, partly also chat with community members, and two of them are busy playing chess on the sidewalk.

PKS of legislative candidates tire repairman So Representatives

One of the seven candidates Prosperous Justice Party ( PKS ) in Subang , West Java , who qualified as a board member , is Raska . This becomes interesting because of Raska in their daily work as a tire repairman .
Based on the news reported www.pkspiyungan.org site , Raska escapes into Subang member of parliament Constituency 7 ( Cikaum , Purwadadi , Tambakdahan , and Binong ) .
As a tire repairman , Raska claimed to earn an average of USD 50,000 per day . Therefore , Raska not use capital with plenty of money to go forward as representatives of the people . " Nah no capital . Yeah I capital was mediocre, " he said .
Raska claimed a lot of support from the surrounding community . Because of the support that he made ​​up his mind to go forward in the recent elections . " Who knows to be a candidate , I can be useful for many people , " Raska said .
" Thank God , I am getting full support from the community . I'm not going to waste the support , " said Raska again .
Based on data from the Commission Subang , 50 members of Parliament from 2014 to 2019 period 9 April 2014 Pileg results scattered in various parties , the PDI - P as many as 10 seats , 7 seats PKS , Golkar Party 7 seats , Gerindra 5 seats , the Democratic Party 5 seats , CLA 5 seats , 3 seats Nasdem Party , PAN 3 seats , 3 seats Hanura , PPP and 2 chairs

BREAKING NEWS: Students Protest Commemorating UMI Makassar Anger

Dozens of Indonesian Muslim University Students (UMI) that are members of the Student Alliance UMI, conduct demonstrations commemorating Bloody April Makassar (Anger) in front of the campus UMI, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, on Thursday (04/24/2014).

They unfurled a white banner that read, "Forgiveness does not mean forgetting Anger and Anger Complete Case Militarism and the Decline".

"We will not forget that human rights violations. Attacks students using firearms. Weapons that should be used to protect the people of Indonesia. Military Student has treated the same as animals. We will not forget the history of it," said Field Coordinator, Diwan, in his speech. (*)

Senin, 21 April 2014

Perempuan Makassar Penemu Australia

Ketika Guswan, Lukman, Abdul Jalal,  Akhmad, Fadli Isra Saite, dan Rusmin Nuryadi mendaratkan sandeq di pantai Darwin, maka itulah jarak terjauh perahu bercadik yang pernah diawaki para mahasiswa, Senin  (21/10/2011). Ratusan bahkan ribuan tahun sebelum tibanya enam anggota Korps Pencinta Alam Universitas Hasanuddin (KORPALA-Unhas) di Australia, masih terbenam misteri besar tentang siapakah penemu pertama benua itu.
Ketika waktu belum terpastikan dalam penanggalan dan tempat belum tergambar dalam pemetaan, saat itulah Baiini atau Baijini tiba di Australia, bertemu dengan warga Aborigin. Siapapun mereka, tak ada nama yang bisa tersebutkan, bahkan asal muasal juga masih terentahkan di wilayah berantah.
National Museum of Australia, menempatkan Baiini sebagai sosok teratas penemu Australia. Kesimpulan itu berdasarkan pada Ronald Berndt dan Catherine Berndt  dalam  Arnhem Land: Its History and Its People (1954) maupun Les Hiatt dan Kim McKenzie dalam People of the Rivermouth: The Joborr Texts of Frank Gurrmanamana ( 2002). Urutan penemu Australia menurut National Museum of Australia yakni the Baijini gypsies, Macassans (orang Makassar), dan selanjutnya orang Barat.
Interaksi Aborigin dan Baiini diperkirakan terjadi tak kurang dari abad ke-15. Sumber tentang Baiini dari dongeng tentang Djankawu/Djanggawul dan adiknya, Laindjung.  Keduanya merupakan mitos nenek moyang Aborigin. Kisah mereka bertemu Baiini diceritakan dalam versi story cycles.
Story cycles merupakan berwai yang terus menerus diceritakan secara berlanjut, tanpa diketahui siapa yang pertama kali membuat alur legendanya. Setiap orang bisa menceritakan hal-hal baru dalam pengisahan itu, tanpa merubah isi cerita. Inilah bentuk kompilasi narasi penceritaan yang bisa dikisahkan oleh siapapun dalam suatu kelompok. Caranya mereka duduk melingkar, lalu setiap orang bercerita berdasarkan persepsi masing-masing.
Baiini mendarat di sebelah utara Australia dan memasak teripang. Di tempat itu juga tempat berlabuh orang Makassar. Ketika Baiini selesai masak teripang, sendok yang dipakainya menghitam. Djangkawu menyukai warna baru pada sendok itu dan kemudian menggunakannya sebagai dasar desain lukisannya.
Hubungan pertama kedua tetua Aborigin melalui perdagangan barter, ketika itu Djankawu mendapatkan tali berbulu indah. Lainjung juga bertemu dengan Baiini. Lainjung diajak makan nasi dari hasil panenan Baiini.
H.W. Monroe (2011) memberikan deskripsi tentang Baiini yang mananam padi di Warrimiri dan Gumaidj. Beras itu disebut birida. Ketika sudah dikupas dari gabah, disebut sebagai luda. Birida secara fonetik cukup dekat dengan penyebutan berasa’ dalam bahasa Makassar atau beratha dalam bahasa Aborigin. M. H. Monroe menuliskan detail tentang Baiini dalam topik Australia: The Land Where Time Began di austhrutime.com
Baiini tiba di pantai utara dengan menaiki perahu yang disebut lolpheru. Penyebutan itu mirip dengan sebutan lopi dalam dialek Konjo Makassar tentang perahu. Dongeng itu punya kemiripan pula dengan cerita kedatangan pertama orang Makassar dalam kisah Gumatj, Lamamirri, dan Rirratjilu dari warga Yirrkala.
Hubungan pertama Makassar dan Aborigin, dikisahkan dalam “Dhimurru Indigenous Protected Area Cultural Heritage Management Plan 2009 to 2015” yang diterbitkan oleh Dhimurru Aboriginal Corporation. Kisah awal pertemuan antara orang Yolngu dan Makassar dipaparkan oleh Gulawu Nurruwuthun (Cooke 1987:22-23), seorang warga Yirrkala.
Menurut Berndt & Berndt (1954), warga Arnhem Land kemungkinan memiliki hubungan dalam waktu yang lama terhadap Baiini melebihi kelompok lain di Australia. Ingatan tentang Baiini tersebut diwariskan dalam lagu di wilayah timur Arnhem Land. Lagu-lagu warga Aborigin menceritakan tentang rumah batu Baiini, kain yang ditenun dan dicelup, kebun-kebun, dan metode menangkap ikan dengan cara ditusuk, yang tampaknya berbeda dari cara suku Aborigin (Berndt & Berndt, 1964).
Penanda paling kuat bahwa Baiini itu adalah orang Makassar, karena yang paling memukau orang Aborigin yakni kecantikan perempuan tersebut. Baine adalah sebutan perempuan secara kelamin dan gender dalam bahasa Makassar. Baiini dan Baijini adalah perbedaan artikulasi fonetik dari baine, sebagaimana ketika orang Aborigin menyerap bahasa Makassar sebagai kosakata.
Ronald Berndt (1964:287) dalam The Gove Dispute : the Question of Australian Aboriginal Land and Preservation of Sacred Sites, mendeksripsikan tentang sosok yang paling jelas tentang Baiini, yang memang perempuan. Deskripsi tersebut berdasarkan kisah mitos Aborigin yang merupakan satu-satunya bukti tentang Baiini tersebut. Syair dalam alunan itu diterjemahkan oleh Berndt dan dipublikasikan oleh Swain (2001).  Salah satu bait dalam sajak itu yakni “Baijini datang lebih dulu dari kami” (Berndt dan Berndt 1947). Peta lokasi kedatangan Baiini tersebut juga tersedia (Berndt dan Berndt 1954).
Berndt menggambarkan sosok sang perempuan itu, “Disini seorang wanita Baiini melahirkan bayi. Baiini dan orang Makassar membuat lahan kebun, menanam padi, ngarial, yang sekarang tumbuh liar.” Tentang apa itu ngarial, Berndt tak menjelaskan. Phylis Turner (2006) dalam tesis berjudul The Colonisation of Australia prior to European Settement juga mengutip versi ini. Dalam bahasa Makassar, bila ada semak atau rumput apapun yang tumbuh liar disebut rea atau ngarea. Apakah ngarea sama dengan ngarial?
Sejarah kedatangan Baiini dipublikasikan dalam Arnhem Land : Its History dan Its People (Berndt : 1954). Semua isi syair gita tersebut diterima oleh masyarakat Aborigin, tapi para peneliti menganggapnya sebagai mitos. Berndt sendiri tetap percaya keberadaan Baiini.  “Eksistensi dari pra-Makassar Baijini tak didukung oleh bukti arkeologis dan dokumentasi ; keberadaan mereka hanya bersumber dari tradisi masyarakat setempat…Siapa sesunguhnya mereka, tidak bisa dipastikan (1954: 397).
J. Isaacs dalam Australian Dreaming : 40.000 Years Aboriginal Dreaming mendukung pandangan Berndt tentang Baiini. Keterangannya malah memunculkannya adanya mitos yang persis seperti dalam tradisi lisan Makassar yakni adanya ‘to manurung’ atau makhluk suci yang diutus dari suatu kosmologi atas. Orang Makassar dan Aborigin percaya pada varian tingkatan kosmologi. Baiini adalah sosok dari kosmologi atas, yang datang melalui laut bertemu dengan Aborigin.
Misteri Baiini, sebagai perempuan Makassar penemu Australia, tak akan tuntas diungkapan selama laut antara Makassar dan benua selatan itu masih terasa asin. Satunya-satunya cara membuatnya keasinan itu menjadi tawar yakni membiarkan Baiini tetap misterius, sebagai entah siapa.

Berpeluang ke Senayan, Caleg Artis Anang Hermansyah Unggul 37.439 Suara

Perolehan suara Artis dan musisi, Anang Hermansyah, yang maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), melebihi perolehan suara partainya.
Anang maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Amanah Nasional (PAN) daerah pemilihan Jawa Timur IV, yang meliputi Jember dan Lumajang.
Dari data yang berhasil dihimpun mayoritas suara Anang mengungguli suara partai di semua kecamatan. Total, Anang memperoleh 37.439 suara, sedangkan suara partai untuk DPR RI 15.822 suara.
"Secara keseluruhan suara Mas Anang lebih besar daripada suara partai. Ini membuktikan bahwa Mas Anang betul-betul serius ingin memperjuangkan wakil rakyat," ujar salah satu simpatisan Anang, Effendi, Senin (21/04/2014).
Selain itu, di tiga kecamatan Kota Jember, yakni Kaliwates, Sumbersari, dan Patrang, Anang memperoleh suara tertinggi dari semua caleg DPR RI.
"Kalau di Kaliwates dapat 4.257 suara, di Sumbersari 3.077, dan di Patrang 2.139 suara," imbuh Efendi.
Dia mengaku optimistis, dengan perolehan suara tersebut ditambah dari Kabupaten Lumajang, Anang akan melenggang ke Senayan.