Kamis, 17 April 2014

Digantikan Anaknya, Anas Makmun Gusur Adik Kandung Istri Muda Rusli Zainal dari

PEKANBARU - Pernyataan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri, Djohermansyah Djohan, akan membatalkan pengangkatan anak, menantu, serta kerabat dekat Gubernur Riau Anas Makmun yang kini menduduki jabatan strategis dilingkungan pemerintah provinsi (Pemprov), sama sekali tak dipedulikan kakek 74 tahun itu.

Malah, bak pepatah 'anjing menggonggong kafilah berlalu, kakek yang di terpa kasus skandal seks dengan Sulastri, pembantu rumah tangganya saat masih menjabat sebagai Bupati Rokan Hilir itu, kembali mengangkat dua putri dan seorang saudara iparnya jadi pejabat Pemprov.

Lihat saja Rabu (16/4) sore kemarin, dari pelantikan 89 pejabat eselon III dan IV lingkungan Pemprov Riau, diketahui sedikitnya ada 3 anggota keluarga Anas Makmun (ejaan nama sesuai Daftar OT/1970 di Koramil-03/Bangko Dim-0303/BKLS, red) ikut dilantik dan diambil sumpah jabatannya.

Sementara, Anas Makmun memiliki 10 orang anak. Lalu, dua orang lagi anaknya yang ditempatkan menduduki posisi strategis adalah Fitriana SE, sekarang menjabat Kepala Seksi (Kasi) Mutasi Non Jabatan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau.

Putri kandung Anas Makmun lainnya, Winda Desrina SE, dilantik menjadi Kepala Seksi (Kasi) Penerimaan pada UPT Pekanbaru Kota Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Provinsi Riau.

Sebelum Anas Makmun mendudukkan anaknya Winda Desrina di kursi 'basah' itu, untuk diketahui, bahwa Kasi Penerimaan pada UPT Pekanbaru Kota Dipenda Provinsi Riau itu adalah Syarifah Rafika, adik kandung Syarifah Damiati Aida, istri muda mantan Gubernur Riau Rusli Zainal.

Sedangkan Ir Syaifuddin, dikenal sebagai saudara ipar Anas Makmun, turut dilantik pula menjadi Kasubag Tata Usaha Bagian Kas Daerah Biro Keuangan Setdaprov Riau.

Padahal, Anas Makmun baru saja mengangkat putranya Noor Charis Putra SE, jadi Kepala Seksi (Kasi) Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau, serta menantunya Dwi Agus Sumarno jadi Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Provinsi Riau.

Anas Makmun, yang Ketua DPD I Partai Golkar Riau itu, memboyong lagi Wan Amir Firdaus, sebelumnya adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rohil. Lalu, kroninya itu dijadikan Asisten II Setdaprov Riau. Disebut-sebut, Wan Amir Firdaus dipersiapkan untuk menggantikan Zaini Ismail, Sekda Provinsi Riau saat ini.

Kroni Annas Makmun lainnya yaitu Dr Anwar. Dari sebelumnya menjabat Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rohil, kini 'naik pangkat' jadi Direktur Utama (Dirut) RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Gubernur Riau, yang kebetulan hari ini adalah 'Hari ulang Tahun (HUT)' ke-74 umurnya, tak lupa memberikan jatah jabatan untuk Maman Supriyadi, salah satu menantu. Oleh mertua, Maman ditunjuk menjadi Manejer Klub Sepak Bola Riau, lebih dikenal sebagai PSPS Pekanbaru.

Aksi nepotisme Anas Makmun, yang belum genap 100 hari jadi gubernur, kini mulai menuai kecaman dari banyak orang. Salah satunya dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran Provinsi Riau (FITRA Riau).

Koordinator FITRA Riau, Usman, mengungkapkan bahwa Anas Makmun sudah membangun dinasti politik dengan menempatkan orang-orang terdekatnya di posisi strategis. Diprediksikan, dinasti politik itulah menjadi langkah awal terjadinya korupsi di Riau.

"Dimanapun, kalau namanya korupsi, pasti berawal dari terwujudnya sistem dinasti yang dibangun. Hal itu menunjukkan sikap tidak profesional dan arogan. Anas terlalu memaksakan kehendak kekuasaannya," pungkas Usman, kepada politikriau.com.

Dengan membangun dinasti politik, maka Anas Makmun bisa dengan mudah melegitimasi masyarakat manapun ketika melakukan protes. Sehingga, Anas menjadi orang yang anti terhadap kritikan.

"Kalau sudah dibangun dinasti politik dan kekuasaan, maka dipastikan Anas akan dengan mudah bisa melegitimasi masyarakat yang mengkritik maupun memprotesnya. Dia juga akan memaksakan kehendak kekuasannya," ditegaskan  Usman. (ddk/aaz/wwa)

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda